Kenali lebih dalam perjalanan SIRKULOPI – dari gagasan sederhana mengolah limbah kopi menjadi solusi nyata bagi lingkungan, ekonomi, dan masyarakat.
"Mengolah yang terbuang menjadi yang bermanfaat – itulah esensi SIRKULOPI. Setiap briket yang kami buat adalah bukti bahwa limbah pun bisa punya nilai."
SIRKULOPI hadir sebagai solusi inovatif di tengah permasalahan meningkatnya limbah ampas kopi di Indonesia. Berangkat dari kesadaran bahwa limbah ampas kopi yang selama ini dibuang begitu saja ternyata menyimpan potensi besar sebagai bahan baku energi alternatif yang ramah lingkungan.
Berlokasi di Kota Pontianak – yang dikenal sebagai "Kota Seribu Warung Kopi" dengan lebih dari 1.035 coffee shop aktif – kami melihat peluang nyata untuk mengubah masalah lingkungan menjadi solusi ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Melalui pendekatan green business dan circular economy, SIRKULOPI berkomitmen mengolah limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
Setiap keputusan bisnis kami didasarkan pada nilai-nilai utama yang tidak bisa dikompromikan.
Setiap produk yang kami buat dirancang untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan memaksimalkan daur ulang sumber daya yang ada.
Kami percaya bahwa setiap orang, termasuk penyandang disabilitas, berhak atas kesempatan kerja yang bermartabat dan setara dalam ekosistem bisnis kami.
Kami memanfaatkan kekayaan lokal – kopi Pontianak – sebagai bahan baku inovasi yang mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan nasional.
Pertumbuhan bisnis kami diukur bukan hanya dari keuntungan finansial, tetapi dari dampak sosial dan lingkungan yang kami berikan kepada masyarakat.
Setiap produk dan proses produksi kami didasarkan pada penelitian ilmiah yang terverifikasi untuk memastikan kualitas dan keamanan yang optimal.
Kami berkontribusi pada agenda SDGs global melalui tindakan nyata dan terukur di tingkat lokal Kota Pontianak dan sekitarnya.
Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah organik seiring meningkatnya aktivitas konsumsi dan industri pangan dan minuman. Salah satu limbah organik yang jumlahnya terus meningkat adalah ampas kopi, yang dihasilkan dari tingginya produksi dan konsumsi kopi nasional.
"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi kopi Indonesia mencapai sekitar 794,8 ribu ton pada tahun 2022 – salah satu tertinggi di dunia."
Peningkatan limbah ampas kopi berkaitan dengan berkembangnya budaya konsumsi kopi dan pertumbuhan coffee shop di kota-kota besar, termasuk Kota Pontianak yang dikenal sebagai "Kota Seribu Warung Kopi". Hingga Agustus 2025, tercatat sebanyak 1.035 warung kopi dan coffee shop aktif.
Di sisi lain, ampas kopi merupakan limbah organik yang kaya akan unsur hara dan senyawa karbon, sehingga memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali. Penelitian menunjukkan bahwa ampas kopi mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium, serta dapat diolah menjadi briket biomassa sebagai bahan bakar alternatif.
Selain permasalahan lingkungan, Indonesia juga masih menghadapi tantangan sosial berupa keterbatasan akses kerja produktif bagi penyandang disabilitas, sehingga diperlukan model usaha yang mengintegrasikan prinsip inklusivitas sosial, sejalan dengan SDG 8 dan SDG 10.